Permohonan Izin Kawin, Dispensasi Kawin dan Wali Adhal di Pengadilan Agama/Mahkamah Syar’iyah

҈ Izin Kawin

Permohonan izin melangsungkan perkawinan diajukan oleh calon mempelai yang belum berusia 21 thun dan tidak mendapat izin dari orang tuanya kepada Pengadilan Agama/Mahkamah Syar’iyah dalam wilyah hukum dimana calon mempelai tersebut bertempat tinggal. Permohonan izin melangsungkan perkawinan yang diajukan oleh calon mempelai pria dan/atau calon mempelai wanita dapat dilakukan secara kumulatif. Pengadilan Agama/Mahkamah Syar’iyah dapat memberikan izin melangsungkan perkawinan setelah mendengar keterangan dari orang tua, keluarga dekat atau walinya.Permohonan izin kawin bersifat voluntair produknya berbentuk penetapan. Jika pemohon tidak puas dengan penetapan tersebut maka pemohon dapat mengajukan upaya Kasasi. Terhadap penetapan izin melangsungkan perkawinan yang diajukan oleh calon mempelai pria dan/atau wanita, dapat dilakukan perlawanan oleh orang tua calon mempelai, keluarga dekat dan/atau orang yang berkepentingan lainnya kepada Pengadilan Agama/Mahkamah Syar’iyah yang mengeluarkan penetapan tersebut.

҈ Dispensasi Kawin

                Calon suami istri yang belum mencapai usia 19 dan 16 tahun yang ingin melangsungkan perkawinan,orang tua yang bersangkutan harus mengajukan permohonan dispensasi kawin kepada Pengadilan Agama/Mahkamah Syar’iyah. Permohonan dispensasi kawin diajukan oleh calon mempelai pria yang belum berusia 19 tahun, calon mempeli wanita yang belum berusia 16 tahun dan/atau orang tua calon mempelai tersebut kepada Pengadilan Agama/Mahkamah Syar’iyah dalam wilayah hukum dimana calon mempelai dan/atau orang tua calon mempelai tersebut bertempat tinggal. Permohonan yang diajukan oleh calon mempelai pria dan/atau calon mempelai wanita dapat dilakukan secara bersama-sama kepada Pengadilan Agama/Mahkamah Syar’iyah dalam wilayah hukum dimana calon mempelai pria dan wanita tersebut bertempat tinggal. Permohonan ini bersifat voluntair produknya berbentuk penetapan. Jika pemohon tidak puas dengan penetapan tersebutm, maka pemohon dapat mengajukan upaya kasasi.

҈ Wali Adhal

                Calon mempelai wanita yang akan melangsungkan perkawinan yang wali nikahnya tidak mau menjadi wali dalam perkawinan tersebut dapat mengajukan permohonan penetapan wali adhal kepada Pengadilan Agama/Mahkamah Star’iyah. Permohonan diajukan oleh calon mempelai wanita, dapat dilakukan secara kumulatif dengan izin kawin. Pengadilan Agama/Mahkamah Syar’iyah dapt mengabulkan permohonan penetapan setelah mendengar keterangan orang tua. Permohonan bersifat voluntair, produknya berbentuk penetan. Jika pemohon tidak puas dengan penetapan tersebut, maka pemohon dapat mengajukan upaya kasasi. Upaya hokum yang dapat ditempuh orang tua (ayah) pemohon adalah Pencegahan perkawinan jika perkawinan belum dilangsungkan dan Pembatalan perkawinan jika perkawinan telah dilangsungkan.

*sumber berasal dari Buku Pedomanan Pelaksanaan Administrasi Peradilan Agama

* Dilarang copy paste tanpa mencantumkan sumber Blog ini.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Permohonan Izin Kawin, Dispensasi Kawin dan Wali Adhal di Pengadilan Agama/Mahkamah Syar’iyah"

Posting Komentar